Minggu, 07 Oktober 2012

Organisasi, Manajemen dan Tata Kerja


Nama : Yaswidya Amandarizky Cahyanandyasmoro
NPM : 17111496
Kelas : 2KA14

Pengertian Organisasi
Organisasi adalah suatu kelompok orang dalam suatu wadah untuk tujuan bersama.
Dalam ilmu-ilmu sosial, organisasi dipelajari oleh periset dari berbagai bidang ilmu, terutama sosiologi, ekonomi, ilmu politik,psikologi, dan manajemen.[1] Kajian mengenai organisasi sering disebut studi organisasi (organizational studies), perilaku organisasi (organizational behaviour), atau analisis organisasi (organization analysis)
Menurut para ahli terdapat beberapa pengertian organisasi sebagai berikut.
  • Stoner mengatakan bahwa organisasi adalah suatu pola hubungan-hubungan yang melalui mana orang-orang di bawah pengarahan atasan mengejar tujuan bersama [2].
  • James D. Mooney mengemukakan bahwa organisasi adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama [3].
  • Chester I. Bernard berpendapat bahwa organisasi adalah merupakan suatu sistem aktivitas kerja sama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih[4].
  • Stephen P. Robbins menyatakan bahwa Organisasi adalah kesatuan (entity) sosial yang dikoordinasikan secara sadar, dengan sebuah batasan yang relatif dapat diidentifikasi, yang bekerja atas dasar yang relatif terus menerus untuk mencapai suatu tujuan bersama atau sekelompok tujuan
Unsur-unsur
Menuruth Keith Davis ada tiga unsur penting partisipasi[1]:
  • Unsur pertama, bahwa partisipasi atau keikutsertaan sesungguhnya merupakan suatu keterlibatan mental dan perasaan, lebih daripada semata-mata atau hanya keterlibatan secara jasmaniah.
  • Unsur kedua adalah kesediaan memberi sesuatu sumbangan kepada usaha mencapai tujuan kelompok. Ini berarti, bahwa terdapat rasa senang, kesukarelaan untuk membantu kelompok.
  • Unsur ketiga adalah unsur tanggung jawab. Unsur tersebut merupakan segi yang menonjol dari rasa menjadi anggota. Hal ini diakui sebagai anggota artinya ada rasa “sense of belongingness”
Dalam berorganisasi setiap individu dapat berinteraksi dengan semua struktur yang terkait baik itu secara langsung maupun secara tidak langsung kepada organisasi yang mereka pilih.[6]. Agar dapat berinteraksi secara efektif setiap individu bisa berpartisipasi pada organisasi yang bersangkutan.[1] Dengan berpartisipasi setiap individu dapat lebih mengetahui hal-hal apa saja yang harus dilakukan.[1]
Pada dasarnya partisipasi didefinisikan sebagai keterlibatan mental atau pikiran dan emosi atau perasaan seseorang di dalam situasi kelompok yang mendorongnya untuk memberikan sumbangan kepada kelompok dalam usaha mencapai tujuan.[1].
Keterlibatan aktif dalam berpartisipasi, bukan hanya berarti keterlibatan jasmaniah semata.[1] Partisipasi dapat diartikan sebagai keterlibatan mental, pikiran, dan emosi atau perasaan seseorang dalam situasi kelompok yang mendorongnya untuk memberikan sumbangan kepada kelompok dalam usaha mencapai tujuan serta turut bertanggung jawab terhadap usaha yang bersangkutan.

MANAJEMEN DAN ORGANISASI
      A. Manajemen
                
Manajemen sumber daya manusia adalah suatu ilmu atau cara bagaimana mengatur hubungan dan peranan sumber daya (tenaga kerja) yang dimiliki oleh individu secara efisien dan efektif serta dapat digunakan secara maksimal sehingga tercapai tujuan bersama perusahaan, karyawan dan masyarakat menjadi maksimal. Manajemen didasari pada suatu konsep bahwa setiap karyawan adalah manusia - bukan mesin - dan bukan semata menjadi sumber daya bisnis.

Tujuan-tujuan Manajemen, terdiri atas 4 :
Manajemen Organisasional

Ditujukan untuk dapat mengenali keberadaan manajemen sumber daya manusia dalam memberikan kontribusi pada pencapaian efektivitas organisasi. Walaupun secara formal suatu departemen sumber daya manusia diciptakan untuk dapat membantu para manajer, namun demikian para manajer tetap bertanggung jawab terhadap kinerja karyawan. Departemen sumber daya manusia membantu para manajer dalam menangani hal-hal yang berhubungan dengan sumber daya manusia.

 Manajemen Fungsional

Ditujukan untuk mempertahankan kontribusi departemen pada tingkat yang sesuai dengan kebutuhan organisasi. Sumber daya manusia menjadi tidak berharga jika manajemen sumber daya manusia memiliki kriteria yang lebih rendah dari tingkat kebutuhan organisasi.

Manajemen Sosial

Ditujukan untuk secara etis dan sosial merespon terhadap kebutuhan-kebutuhan dan tantangan-tantangan masyarakat melalui tindakan meminimasi dampak negatif terhadap organisasi. Kegagalan organisasi dalam menggunakan sumber dayanya bagi keuntungan masyarakat dapat menyebabkan hambatan-hambatan.

Manajemen Personal

Ditujukan untuk membantu karyawan dalam pencapaian tujuannya, minimal tujuan-tujuan yang dapat mempertinggi kontribusi individual terhadap organisasi. Tujuan personal karyawan harus dipertimbangkan jika parakaryawan harus dipertahankan, dipensiunkan, atau dimotivasi. Jika tujuan personal tidak dipertimbangkan, kinerja dan kepuasan karyawan dapat menurun dan karyawan dapat meninggalkan organisasi.

B.  Organisasi

Organisasi adalah suatu kelompok orang dalam suatu wadah untuk tujuan bersama.
Organisasi pada dasarnya digunakan sebagai tempat atau wadah dimana orang-orang berkumpul, bekerjasama secara rasional dan sistematis, terencana, terorganisasi, terpimpin dan terkendali, dalam memanfaatkan sumber daya (uang, material, mesin,  metode, lingkungan), sarana-parasarana, data, dan lain sebagainya yang digunakan secara efisien dan efektif untuk mencapai tujuan organisasi.



Menurut para ahli terdapat beberapa pengertian organisasi :

·         Stoner mengatakan bahwa organisasi adalah suatu pola hubungan-hubungan yang melalui mana orang-orang di bawah pengarahan atasan mengejar tujuan bersama.
·        James D. Mooney mengemukakan bahwa organisasi adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama.
·         Cester I. Benhard berpendapat bahwa organisasi adalah merupakan suatu sistem aktivitas kerja sama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih.
·         Stephen P. Robbin menyatakan bahwa Organisasi adalah kesatuan (entity) sosial yang dikoordinasikan secara sadar, dengan sebuah batasan yang relatif dapat diidentifikasi, yang bekerja atas dasar yang relatif terus menerus untuk mencapai suatu tujuan bersama atau sekelompok tujuan.

Manajemen & Tata Kerja
Tata kerja atau metode adalah satu cara bagaimana (how) agar sumber – sumber dan waktu yang tersedia dan amat diperlukan dapat dimanfaatkan dengan tepat sehingga proses kegiatan manajemen dapat dilaksanakan dengan tepat pula.

Dengan tata kerja yang tepat mengandung arti bahwa proses kegiatan pencapaian tujuan sudah dilakukan secara ilmiah dan praktis, disamping itu pemakaian tata kerja yang tepat pada pokoknya ditujukan untuk :

a) Menghindari terjadinya pemborosan di dalam penyalahgunaan sumber-sumber dan waktu yang tersedia.

b) Menghindari kemacetan-kemacetan dan kesimpangsiuran dalam proses pencapaian tujuan.

c) Menjamin adanya pembagian kerja, waktu dan koordinasi yang tepat.


Jadi hubungan antara manajemen dan tata kerja dapat dilukiskan seperti dibawah ini : Manajemen : Menjelaskan perlunya ada proses kegiatan dan pendayagunaan sumber-sumber serta waktu sebagai faktor-faktor yang diperlukan untuk pelaksanaan kegiatan demi tercapainya tujuan.

Tata Kerja : Menjelaskan bagaimana proses kegiatan itu harus dilaksanakan sesuai dengan sumber-sumber dan waktu yang tersedia.

MANAJEMEN, ORGANISASI, DAN TATA KERJA

Jadi pada dasarnya hubungan timbale balik dari ketiganya tersebut yaitu manajemen, organisasi, dan tata kerja memiliki hhubungan erat antara ketiganya dapat disimpulkan sebagai berikut:
Manajemen: proses kegiatan yang dilakukan secara bekerja sama antar manusia dengan pencapaian tujuan yang terarah.
Organisasi: suatu alat yang bersifat sebagai pengelompokkan kerja sama antar manusia dan sebagai alat tercapainya suatu tujuan yang diinginkan.
Tata Kerja: yaitu pola atau cara – cara dan pengaturan bagaimana kegiatan kerja sama dapat dilakukan secara efisien demi tercapainya suatu tujuan yang diinginkan.

Jadi dapat dikatakan bahwa dari keseluruhan ketiga uraian diatas jelaslah bahwa manajemen, organisasi, dan tata kerja tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lain karena ketiganya memiliki proses tujuan yang sama dalam tercapainya suatu tujuan yang diinginkan.




Refrensi

http://sarifudin-blogku.blogspot.com/2011/09/hubungan-antara-manajemen-organisasi.html

http://windsaga.blogspot.com/2011/03/hubungan-antara-manajemen-organisasi.html

http://id.wikipedia.org/wiki/Organisasi

Sabtu, 21 Juli 2012

TINGKAT PENDIDIKAN RENDAH (Masaah Sosial)



Nama : Yaswidya Amandarizky Cahyanandyasmoro
NPM : 17111496
Kelas : 1KA16


      Pendidikan di Indonesia masih menjadi masalah penting yang harus diperhatikan oleh pemerintah. Masih banyak anak-anak yang masih belum bisa bersekolah terlebih anak-anak yang bertempat tinggal di daerah pedalaman. Masih banyak di antara mereka yang membutuhkan ilmu yang seharusnya mereka dapatkan untuk masa depan nanti. Sebenarnya apa yang menjadi rendahnya tingkat pendidikan di Indonesia?

      Tingkat pendidikan pelajar di Indonesia terlihat masih rendah dan kalah jauh dibandingkan siswa negara lain (luar negeri). Kalau dilakukan uji kemampuan, dipastikan masih kalah jauh, , ibarat tingkat Dasar dan Diploma, kata Gubernur Sumatera Barat Gamawan Fauzi, saat meresmikan pencanangan Program Wajib Belajar Gratis 12 Tahun untuk Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) di GOR Zaini Zein, Painan, Rabu. Dia mengatakan, di Indonesia, secara umum masyarakat menghabiskan waktu mengisi ilmu (pendidikan) sekitar tujuh tahun, sedang di luar negeri mencapai 18,5 Tahun. “Artinya, mereka (luar negeri) sudah benar-benar menganggap pendidikan sebagai kebutuhan yang wajib dimiliki. Setidaknya, memberikan pemahaman kalau pendidikan minimal dimiliki idealnya sampai SLTA.

     Penyebab rendahnya mutu pendidikan di Indonesia adalah adanya ketimpangan pembangunan ekonomi, insfrastruktur dan sarana yang rusak di antara wilayah-wilayah Indonesia yang menghambat pertumbuhan ekonomi masyarakat, mengakibatkan masih bercokolnya jumlah warga miskin dan berpendidikan rendah. Ketimpangan pembangunan antar wilayah itu menyebabkan banyaknya kantong kemiskinan. Benar bagaimana orang miskin yang jumlahnya 70 juta orang yang ditanggung pemerintah Jamkesmas (Jaminan Kesehatan Masyarakat) melalui APBN itu bisa membutuhi kehidupan dengan kalori yang normatif dan menyekolahkan anak-anaknya untuk berpengetahuan setara. Kita akui tingkat pendidikan rata-rata penduduk Indonesia itu berdasarkan IPMI adalah baru sampai kelas I SMP.

      Penyebab lainnya adalah sosial ekonomi yang kurang akan membatasi kesempatan belajar sehingga menimbulkan kesulitan pada anak. Dalam buku lain juga dijel;askan bahwa Ekonomi keluarga erat hubungannya dengan prestasi belajar anak.  Anak yang sedang belajar selain harus terpenuhi kebutuhan pokok misalnya makan, minum, pakaian, perlindungan dan sebagainya dan juga membutuhkan fasilitas belajar. Sesungguhnya Indonesia mempunyai sumber daya manusia yang besar. Jumlah penduduk Indonesia saat ini sekitar 225 juta orang. Jumlah penduduk yang besar ini merupakan modal dasar dan pasar potensial bagi berbagai produk dan jasa. Oleh karena itu dunia internasional menjadikan Indonesia sebagai sasaran pasar mereka. Dengan pertumbuhan penduduk sekitar 1,36 persen per tahun, Indonesia mendapat tambahan 3,5 juta orang per tahun atau sejumlah penduduk Singapura.

      Penduduk yang banyak bisa menjadi modal yang berharga seandainya tingkat pendidikannya cukup tinggi dan kesehatan yang baik. Walaupun sudah lebih dari 90 persen anak-anak Indonesia mengenyam tingkat pendidikan dasar 6 tahun tapi yang bisa melanjutkan pendidikannya ke sekolah lanjutan pertama, sekolah menengah atas dan perguruan tinggi sangat sedikit. Hambatan utama yang dihadapi adalah kemiskinan. Walaupun pemerintah sudah memberlakukan wajib belajar 9 tahun dan membebaskan uang sekolah serta memberi berbagai kemudahan dan bea siswa, tapi kemiskinan membuat banyak keluarga memutuskan untuk tidak menyekolahkan anak-anaknya lebih lanjut. Hal ini dapat dipahami mengingat sekolah tidak hanya bayar uang sekolah tapi juga membeli seragam, biaya transpor, uang jajan dan pungutan sekolah.

        Dari kedua pendapat di atas dapat dipahami bahwa keadaan ekonomi keluarga sangat mempengaruhi pelaksanaan pendidikan anak dalam keluarga, artinya bila ekonomi keluarga sangat minim maka akan menuntut orang tuanya selalu berusaha mencari nafkah keluarga. Hal ini tidak jarang dilakukan oleh seorang ayah atau ibu. Bila kedua orang tua telah disibukkan dengan pekerjaannya sehari-hari untuk mencukupi kebutuhan mereka, maka anggota keluarganya (anak-anak mereka) akan kehilangan Pembina dan pembimbingnya, sehingga mereka tidak lagi terurus dan sebagainya akibatnya moral serta tingkah laku anak tak terarah. Oleh karena itu pemerintah harus lebih memperhatikan masyarakatnya agar anak-anak Indonesia dapat mengenyam pendidikan minimal SMA, supaya tingkat pendidikan di Indonesia meningkat dan dapat bersaing dengan negara lain

Cara Mengurangi Tindakan Kriminal (Masalah Sosial)


Nama : Yaswidya Amandarizky Cahyanandyasmoro
NPM : 17111496
Kelas : 1KA16


Semakin hari semakin banyak saja tingkat kriminal yang terjadi di Negara ini, lihat saja hampir setiap hari di media-media baik media cetak maupun eletronik selalu memberitakan tentang kasus-kasus kriminal yang terjadi, tidak hanya yang terjadi di kota-kota besar tetapi di kota-kota kecil pun tingkat kriminal ini setiap harinya selalu bertambah, baik dari tindak kriminal kecil seperti mencuri sampai tindak kriminal besar seperti pembunuhan, dimana kebayakan pelakunya berasal dari masyrakat kecil atau kurang mampu.

Dari semakin meningkatnya tindakan kriminal yang terjadi ini, menimbulkan berbagai macam pertanyaan dan ketakutan tersendiri bagi masyarakat, atau dengan kata lain tindakan kriminal ini bagaikan hantu yang bergentayangan bagi masyarakat banyak yang tidak tahu kapan tindakan kriminal ini datang menghampiri masyrakat tersebut.

Sehingga, banyak mungkin dari masyrakat yang ada bertanya-tanya, apa yang menyebabkan tingkat kriminal ini semakin hari semakin bertambah dei Negara ini, dan kebayakan pelakunya berasal dari masyrakat yang kurang mampu. Mungkin ada beberapa jawaban yang dapat menjawab pertanyaan tentang apa penyebab dari semakin meningkatnya tindakan kriminal semakin bertambah, dimana yang menjadi factor utamanya adalah bertambahnya tingkat pengangguran di Negara ini yang disebabkan kurangnya lapngan perkerjaan di Negara ini, ketika uang sangat diperlukan untuk memenuhi segala kebutuhan yang diperlukan. Sehingga itu semakin banyak orang-orang yang mengambil jalan cepat untuk mendapatkan suatu uang, yaitu dengan cara melakukan tindakan kriminal.

Bagaimana tidak, uang sekarang itu sangat perlu bagi masyrakat di Negara ini, seakan-akan uang itu bagaikan suatu benda yang sangat penting harganya, apalagi di zaman yang penuh dan serba modern seperti saat ini. Uang merupakan suatu alat tukar yang sangat susah untuk didapat saat ini, namun sangat mudah untuk dihabiskan, pada saat ini orang mau buang air kecil saja harus bayar, inilah sebagai bukti bahwa uang itu sangatlah penting bagi kehidupan saat ini. Dari maka itulah kenapa orang harus mencari suatu perkerjaan yang mudah dan cepat untuk mendaptkan uang pada saat ini, dan salah satu perkerjaan yang mudah untuk mendaptkan uang itu adalah dengan melakukan tindakan kriminal.

Namun, hal ini juga menimbulkan suatu pertanyaan lagi, kenapa kriminal itu menjadi suatu jalan untuk mencari dan mendapatkan uang dengan cepat. Hal ini, disebabkan karena di Negara ini belum banyaknya lapangan kerja yang dapat menampung semua masyarakat yang ada di Negara ini, jika pun ada lapangan perkerjaan itu juga mempunyai banyak prasyaratan suapaya seseorang dapat berkerja, sehingga orang-orang yang tak mempunyai syarat seperti yang dibutuhkan dalam suatu lapangan perkerjaa, membuat orang-orang yang tak dapat masuk kedalam suatu lapangan perkerjaan tersebut memilih jalan lain untuk mendapatkan uang dan bertahan hidup, yang salah satunya adalah melakukan tindakan kriminal tersebut.

Ada beberapa cara yang dapat membuat tindakan kriminal di Negara ini semakin berkurang, yang dimana beberapa cara tersebut antara lain adalah pemerintah dan pihak swasta berkerja sama untuk membuat dan menciptakan suatu lapangan perkerjaan yang melimpah, sehingga dengan adanya lapangan perkerjaan tersebut orang-orang yang tak memiliki perkerjaan dapat berkerja. Namun, lapangan perkerjaan yang ada atau yang diciptakan oleh pihak pemerintah tersebut dapat membuat pra syarat yang dapat memudahi masyrakat kecil dapat masuk ke dalam lapangan perkerjaan.

Selain dengan cara menciptakan lapangan perkerjaan yang lebih banyak, sebagai jalan untuk mengurangi tindakan kriminal yang ada di Negara ini, ada cara lain juga yang dapat mengurangi tindakan kriminal yang ada di Negara ini, yaitu dengan cara memberikan pelatihan-pelatihan secara gratis kepada masyrakat yang kurang mampu, karena dengan adanya pelatihan-pelatihan ini dapat membuat kualitas seseorang itu dapat menjadi lebih baik sehingga lapangan perkerjaan yang tadinya telah ada dan diciptakan tidak dengan sia-sia diciptakan. Karena orang-orang yang melakukan tindakan kriminal tersebut mungkin bisa jadi bukanlah orang-orang yang tidak bisa berkerja dengan baek, tetapi bisa jadi orang-orang yang melakukan tindakan kriminal tersebut tidak mempunyai kualitas yang baek untuk mendapatkan suatu perkerjaan atau lapangan perkerjaan

Minggu, 08 Juli 2012

Pukul Rata Dalam Melihat Potensi Siswa (Masalah Sosial)


Nama : Yaswidya Amandarizky Cahyanandyasmoro
NPM : 17111496
Kelas : 1KA16

Selama masa pendidikan 12 tahun kita tidak diberikan pilihan untuk melakukan ketertarikan di bidang masing masing. Ada yang suka otomotif, olahraga, musik, teater, tari, bahasa, namun jarang sekali ada penyuluhan untuk hal hal tersebut. Yang ada hanyalah ekstrakurikuler. Hal yang menjadi jalan hidup kita hanya dijadikan sebuah ‘ekstra’. Ironis.
Tidak heran banyak sekali orang yang ‘terpaksa’ masuk jurusan jurusan umum seperti ekonomi dan komunikasi. Bagus kalo memang mereka mau masuk sana, tapi realitanya adalah mayoritas orang yang mendaftar jurusan itu bukan karena memang mereka mau, tapi karena alasan klise “Ya daripada gue nggak kuliah?”
Dari tekanan pendidikan 12 tahun lalu kemudian dalam waktu kurang dari 6 bulan kita sudah harus menentukan arah hidup? Brillian.
Mungkin memang ada anak anak teladan yang sah sah saja dengan semua ini, tapi saya nggak mewakili mereka. Saya mewakili saya sendiri, dan kalian yang mungkin berpikiran sama dengan saya. Bahwa ada hal hal lain diluar pendidikan formal yang menjadi tujuan hidup kita namun tidak mendapat perhatian dan dukungan dari pihak yang memiliki andil besar dalam pendidikan kita, yaitu Sekolah.
Sekolah sebenernya nggak buruk. Sistemnya aja yang udah harus berubah. Mereka harus bisa lebih interaktif dan reaktif terhadap bakat dan keunggulan tiap tiap siswa secara individu. Kalau sekolah msih terus main pukul rata bodoh dan pintar berdasarkan mata pelajaran. Maka selamanya jebolan pendidikan dasar di Indonesia tidak akan memiliki potensi berkembang.
Semoga semua perubahan dan perkembangan ini bisa terealisasi.
Jadi nggak ada lagi murid murid yang nge tweet..
“Tujuan untuk sekolah tuh cuma untuk bergembira mendengar bel istirahat dan bel pulang.”
Selama mereka masih berpikiran seperti itu, berarti ada yang salah dengan sistem di sekolah tersebut.

Pengemis (Masalah Sosial)


Nama : Yaswidya Amandarizky Cahyanandyasmoro
NPM : 17111496
Kelas : 1KA16

anak jalanan yang menjadi pengemis, pengamen, pengasong, dan lain sebagainya sangat mudah dijumpai di kota besar seperti Jakarta. Begitu banyak faktor yang menjadikan mereka sebagai pekerja jalanan yang keras dan beresiko, seperti membantu ekonomi keluarga, menjadi korban penculikan, dipaksa bekerja orang lain, dan lain sebagainya.
Seharusnya yang mereka lakukan adalah belajar dan bermain seperti layaknya anak-anak seumur mereka tanpa harus mencari uang untuk dapat tetap bertahan hidup. Masa depan Bangsa dan Negara Indonesia terletak di tangan generasi penerus. Kualitas SDM yang rendah sangat berpengaruh pada kondisi negara kita tercinta ini baik saat ini maupun di masa yang akan datang.
Salah satu hal kecil yang bisa kita lakukan untuk membantu anak-anak kecil yang bekerja sebagai pengamen cilik, pedagang asongan, pengemis, dan lain sebagainya di jalanan adalah dengan tidak memberi mereka uang serta memberi tahu orang lain untuk tidak memberi juga walaupun merasa sangat kasihan.
Apabila tidak ada satu orang pun yang memberi mereka uang, maka anak-anak jalanan tersebut tidak akan ada. Alangkah lebih baik jika uang tersebut kita kumpulkan untuk membantu biaya pendidikan mereka daripada kita membantu biaya foya-foya preman yang mempekerjapaksa anak di bawah umur, biaya hidup orangtua yang memaksa anaknya bekerja di jalan sedangkan mereka hanya melihat dari jauh, dan lain sebagainya. Jika mereka terbiasa mendapat uang mudah dari bekerja di jalan, maka mereka setelah besar / dewasa kelak akan tetap menjadi pekerja jalanan
Selain itu kita sendiri akan menciptakan generasi yang pemalas dan mereka menganggap semuanya bisa di dapat dengan hanya meminta belas kasiahan orang lain

Senin, 07 Mei 2012

Laporan Akhir Internet Dasar


Nama: Yaswidya Amandarizky Cahyanandyasmoro
NPM : 17111496
Kelas: 1KA16


1.Search Engine Optimization
Optimisasi mesin pencari (bahasa Inggris: Search Engine Optimization, biasa disingkat SEO) adalah serangkaian proses yang dilakukan secara sistematis yang bertujuan untuk meningkatkanvolume dan kualitas trafik kunjungan melalui mesin pencari menuju situs web tertentu dengan memanfaatkan mekanisme kerja atau algoritma mesin pencari tersebut. Tujuan dari SEO adalah menempatkan sebuah situs web pada posisi teratas, atau setidaknya halaman pertama hasil pencarian berdasarkan kata kunci tertentu yang ditargetkan. Secara logis, situs web yang menempati posisi teratas pada hasil pencarian memiliki peluang lebih besar untuk mendapatkan pengunjung.
Sejalan dengan makin berkembangnya pemanfaatan jaringan internet sebagai media bisnis, kebutuhan atas SEO juga semakin meningkat. Berada pada posisi teratas hasil pencarian akan meningkatkan peluang sebuah perusahaan pemasaran berbasis web untuk mendapatkan pelanggan baru. Peluang ini dimanfaatkan sejumlah pihak untuk menawarkan jasa optimisasi mesin pencari bagi perusahaan-perusahaan yang memiliki basis usaha di internet.


2. Cara menambahkan menu dropdown pada blog
berikut cara membuat dropdown sub menu di blog :

Pertama, log in ke akun blogger anda

Kedua, pilih design .

Ketiga, pilih add gadget.

Keempat,pilih html javascript .

Kelima, copas kode dibawah ini ke kotak tersebut , seterah mau pake judul atau tidak.


<form><select name="menu"
onchange="window.open(this.options[this.selectedIndex].value,'_blank')"size=1
name=menu>
<option>Link</option>
<option value="http://www.berryhs.com">Berry Blog</option>
<option value="http://www.yahoo.com">Yahoo</option>
<option value="http://www.google.com">Google</option>
</select></form>

3. Pesan dan kesan terhadap lapintdas
praktek lapintdas termasuk termasuk praktek yang sangat seru dan sangat disayangkan karena praktek labintdas hanya diadakan 2 kali dengan metode belajar seperti kuis, tidak membuat para mahasiswa bosan namun fasilitas sangat tidak memuaskan, mengingat bahwa gunadarma yang digadang2 sebagai "World Class University". hardware banyak yang tidak berfungsi dan internet juga tidak terhubung ke seluruh komputer, padahal itu adalah praktek internet :)

Selasa, 01 Mei 2012

Budaya Daerah Sebagai Alat Mempersatu Bangsa


Nama : Yaswidya Amandarizky Cahyanandyasmoro
NPM : 17111496
Kelas : 1KA16

MUSIK SEBAAGAI PEMERSATU BANGSA

Menurut Pak Koesbini, lagu kebangsaan Indonesia Raya merupakan lagu yang paling megah. Memang betul, megah irama musiknya, megah pula syair lagunya. Terlebih jika sudah dinyanyikan secara formal dalam suatu upacara resmi kenegaraan. Seluruh badan ini mungkin akan bergetar mendengar dan merasakan kebesaran lagu kebangsaan kita. Coba, tanyakan pada saudara-saudara kita yang berada di luar negeri sana. Pasti mereka akan mengalami perasaan yang sama. Termasuk di pesta olahraga atau pertandingan internasional yang membawa nama Indonesia.
Semua itu bisa dirasakan hanya oleh Bangsa Indonesia. Meskipun kita hidup di negeri orang dan telah berpindah kewarganegaan, kalau masih merasa sebagai Bangsa Indonesia – sekali lagi Bangsa Indonesia – pastilah akan tergetar hatinya, perasaannya bahkan seluruh tubuh dan jiwanya kalau Indonesia Raya diperdengarkan. Hanya mereka yang bukan Bangsa Indonesia saja yang cuek.
Pada kenyataannya kini, tak sedikit mereka yang cuek dengan lagu Indonesia Raya. Mereka lahir dan hidup di bumi Indonesia, mereka mengaku Bangsa Indonesia, mereka mencari makan di Indonesia tetapi rasa kebangsaannya telah luntur. Lagu Indonesia Raya hanya dianggap sebagai lagu biasa, tak ada istimewanya sama sekali. Mereka terkesan dingin ketika lagu Indonesia Raya diperdengarkan. Bahkan di kampung-kampung hampir tak lagi kita jumpai upacara memperingati Hari Ulang Tahun kemerdekaan Republik Indonesia. Upacara lebih sering dijumpai pada sekolah-sekolah, instansi pendidikan, dan kantor pemerintah.
Dulu, ketika lagu kebangsaan Indonesia Raya pada upacara peringatan HUT RI terdengar, orang-orang yang melewati tempat upacara langsung berhenti sejenak sampai lagu Indonesia Raya selesai. Sekarang…??? Ini bukan mengkultuskan, tapi sekedar sebagai penghormatan saja terhadap lagu kebangsaan.
Saya menilai bahwa hasil temuan Roy Suryo tentang lagu kebangsaan Indonesia Raya 3 stanza beberapa waktu yang lalu sebenarnya hanyalah mengingatkan kepada kita sebagai Bangsa Indonesia. Kita patut mempertanyakan pada diri kita masing-masing apakah rasa kebangsaan masih kita miliki. Apakah cita-cita Sumpah pemuda 1928 masih melekat pada diri kita.
Dalam syair Indonesia Raya sendiri sebenarnya telah disebutkan bahwa kita berdiri dan hidup di Indonesia adalah sebagai pandu ibu pertiwi atau tanah air tumpah darah kita. Tetapi cukupkah kita hanya berdiri sebagai pandu saja?
Tidak, masih ada terusannya. Marilah kita berseru Indonesia bersatu. Apakah sekarang kita bersatu? Antar etnis saling menyerang, sesama rakyat saling berbaku hantam, perpecahan terjadi di berbagai daerah. Antar pertai politik saling menjatuhkan. Pemerintah dan rakyat tidak akur dan masih banyak lagi. Padahal dengan bersatu dalam ketenangan segala urusan akan menjadi mudah diselesaikan.
Mana tugas kita sebagai penjaga ibu sejati? Nyatanya, satu persatu wilayah kita ada yang lepas. Dimulai dari Propinsi Timor-timur, sekarang sudah menjadi negara sendiri dan Bangsa Indonesia dianggap sebagai penjajah negeri itu. Lalu, Pulau Sipadan dan Ligitan masuk ke wilayah negera lain. Entah mana lagi nanti. Tapi kita berharap hal itu tak akan terjadi lagi. Bersatu bukan hanya rakyatnya, namun juga wilayahnya dengan seluruh budaya dan tradisi yang ada di dalamnya harus tetap dijaga kesatuannya dalam bingkai NKRI.
Juga disebutkan dalam syair, Bangunlah jiwanya, bangunlah badannya untuk Indonesia Raya. Apa yang sudah kita bangun? Badan kita, fisik rakyat yang kuat? Kemiskinan masih banyak, pengangguran ribuan, untuk makan saja harga kebutuhan pokok mahal dan semakin melambung tinggi, sedangkan rakyat tidak semuanya mampu mendapatkan itu. Dari mana mereka akan membangun badan yang sehat dan kuat, kalau gizi saja tidak tercukupi karena tekanan ekonomi. Pembangunan di berbagai daerah juga kurang merata karena hanya terpaku di Pulau Jawa. Ini yang menyebabkan beberapa daerah bergejolak dan ingin memisahkan diri dari Indonesia.
Lalu, apa yang bisa dilakukan untuk membangun jiwa agar rasa kebangsaan menjadi semakin tebal kalau generasi mudanya rusak. Narkoba, miras dan penyakit masyarakat yang lain justru menyerang generasi penerus bangsa ini. Operasi miras memang dilakukan, tapi pabrik pembuatnya jalan terus. Pecandu narkoba kelas teri ditangkap dan dihukum, tapi bandar kelas kakap tetap bebas berkeliaran. Di samping itu banyak generasi muda yang sudah terpengaruh oleh budaya barat. Bagaimana bisa membangun jiwa? Sedangkan ajaran agama tidak akrab lagi dalam kehidupan yang modern ini.
Indonesia adalah tanah yang subur. Apa pun bisa diupayakan untuk kesejahteraan rakyatnya yang bisa didapat dari darat seperti hutan, perkebunan, ladang dan barang tambang. Begitu pula dengan hasil lautnya, Indonesia tidak kalah dengan Jepang maupun negara kepulauan lainnya. Pantaslah kalau Koes Plus bilang, Bukan lautan hanya kolam susu, Kail dan jala cukup menghidupimu, Tiada badai tiada topan kau temui Ikan dan udang menghampiri dirimu. Bahkan tongkat kayu dan batu pun jadi tanaman. Sungguh nikmat sekali bukan?
Tapi, mengapa semua itu tidak mampu membuat rakyat sejahtera. Mengapa tidak semua rakyat bisa menikmati hasilnya? Kemana sajakah larinya hasil dari semua itu selama ini? Korupsi semakin meraja lela dan tak terkendali. Berbagai kasus korupsi yang ketahuan pun banyak yang tak selesai perkaranya. Bahkan, konon penjahat korupsi justru tetap merasa senang dan tenang menikmati hasil jarahannya itu. Sungguh ironis, melihat kenyataan yang ada.
Kalau kita mengatakan bahwa kita ini sudah merdeka, harusnya kita perlu menanyakan lebih jauh merdeka dari apa. Kalau merdeka secara fisik dari penjajahan, memang iya. Tetapi dari segi ekonomi, sosial budaya, apalagi teknologi ternyata masih jauh.
Di negeri ini produk luar negeri membanjiri pasar dan supermarket. Contohnya aja fast food, lebih terkenal daripada produk lokal sejenis. Begitu pula dalam hal budaya, generasi muda lebih tertarik untuk bergaya hidup bebas ala barat. Mode pakaian, rokok, sepeda motor, mobil, rumah dan sebagainya dipenuhi oleh buatan luar negeri. Padahal kualitas produk kita belum tentu kalah dengan buatan luar negeri. Dan pasar tradisional pun makin terpuruk dengan bermunculannya mini market, supermarket maupun swalayan dengan sistem waralaba.
Coba tanya, banggakah kita menggunakan produk lokal?
Hanya kesadaran kita sebagai bangsalah yang mampu mempertebal rasa kebangsaan Indonesia itu sendiri. Kalau bukan kita, lantas siapa lagi. Pemerintah, aparat, generasi tua maupun generasi muda dan seluruh lapisan masyarakat harus menyadari bahwa kita adalah pandu negeri. Pandu yang mestinya mampu mempersatukan seluruh elemen bangsa, agar amanat Sumpah Pemuda dengan bangunlah jiwanya bangunlah badannya dapat tercapai untuk kesejahteraan rakyat. Untuk Indonesia Raya.
Satu lagi yang menjadi catatan saya, betapa menyedihkannya kalau arsip-arsip penting seperti dokumen rekaman lagu Indonesia Raya asli dan yang lainnya tidak kita miliki. Negara lain saja memilikinya, mengapa kita justru tidak? Bagaimanapun juga, arsip penting menyangkut segala sesuatu tentang Indonesia di masa lalu adalah sangat berharga. Sebab itu merupakan sebuah dokumen penting, sebagai catatan sejarah yang akan sangat berguna bagi perjalanan hidup Bangsa Indonesia di masa yang akan datang. Seharusnya semua itu kita miliki dan ada di negeri kita tercinta.
Merupakan tugas pemerintah dan kita semua dalam hal ini untuk bisa mendapatkan kembali catatan sejarah Bangsa Indonesia yang berada di negeri orang. Bangsa yang besar adalah bangsa yang dapat menghargai semangat dan jasa para pahlawannya.

Referensi

Kebudayaan Daerah Merupakan Sumber Kebudayaan Nasional


Nama : Yaswidya Amandarizky Cahyanandyasmoro
NPM : 17111496
Kelas : 1KA16



Dalam pemakaian sebagian besar masyarakat sehari-hari arti kebudayaan seringkali terbatas pada sesuatu yang indah-indah, seperti misalnya candi, tarian, seni rupa, seni suara, sastra, dan filsafat. Ralph Linton, seorang ahli antropologi dalam bukunya The Cultural Background of Personality, mempunyai definisi yang berbeda antara definisi yang umum tersebut dengan definisi seorang ahli antropologi sebagaimana disajikan pada uraian berikut (Ihromi, 1994; 18):
Kebudayaan adalah seluruh cara kehidupan dari masyarakat yang manapun dan tidak mengenai sebagian dari cara hidup itu yaitu bagian yang oleh masyarakat dianggap lebih tinggi atau lebih diinginkan. Dalam arti cara hidup itu masyarakat kalau kebudayaan diterapkan pada cara hidup kita sendiri, maka tidak ada sangkut pautnya dengan main piano atau membaca karya sastra terkenal. Untuk seorang ahli ilmu sosial, kegiatan seperti main piano itu, merupakan elemen-elemen belaka dalam keseluruhan kebudayaan kita. Keseluruhan ini mencakup kegiatan-kegiatan duniawi seperti mencuci piring atau menyetir mobil dan untuk tujuan mempelajari kebudayaan, hal ini sama derajatnya dengan hal-hal yang lebih halusdalam kehidupan. Karena itu, bagi seorang ahli ilmu sosial tidak ada masyarakat atau perorangan yang tidak berkebudayaan. Tiap masyarakat mempunyai kebudayaan, bagaimanapun sederhananya kebudayaan itu dan setiap manusia adalah makhluk berbudaya, dalam arti mengambil bagian dalam suatu kebudayaan.
Penjelasan Liton di atas menunjukkan bahwa kebudayaan ternyata memiliki berbagai aspek, yang meliputi cara-cara berlaku, kepercayaan-kepercayaan, sikap-sikap, dan hasil dari kegiatan manusia yang khas untuk suatu masyarakat atau kelompok penduduk tertentu.
Kebudayaan menurut ilmu antropologi pada hakikatnya adalah keseluruhan sistem gagasan, tindakan, dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik diri manusia dengan belajar (Koentjaraningrat, 1996; 72). Dengan demikian dapat dikatakan bahwa hampir semua tindakan manusia adalah kebudayaan, karena hanya sebagian kecil dari tindakan manusia yang tidak dibiasakan dengan belajar seperti naluri, refleks, atau tindakan yang dilakukan akibat suatu proses fisiologis. Bahkan beberapa tindakan yang didasari atas naluri (seperti makan, minum, dan berjalan) sudah dapat banyak dikembangkan manusia sehingga menjadi suatu tindakan yang berkebudayaan.
Pada tahun 1950, A.L. Kroeber dan Clyde Kluckhohn telah berhasil mengumpulkan lebih dari seratus definisi (176 definisi) yang diterbitkan dalam buku mereka yang berjudul Culture: A Critical Review Of Concept And Definitions (1952). Dari pencariannya itu mereka menemukan bahwa semua definisi yang baru cenderung mengadakan perbedan yang jelas antara perilaku yang nyata di satu pihak, dan pihak lain berupa nilai-nilai, kepercayan, dan persepsi tentang jagat raya yang letaknya tidak dapat terlihat. Dengan demikian kebudayaan juga menyangkut perilaku yang tidak kelihatan, yang merupakan nilai-nilai dan kepercayaan yang digunakan manusia untuk menafsirkan pengalaman dan menimbulkan perilaku yang terlihat. Oleh karena itu definisi kebudayaan kemudian berkembang menjadi : Seperangkat peraturan dan standar, yang apabila dipenuhi oleh para anggota masyarakat, menghasilkan perilaku yang dianggap layak dan diterima oleh para anggotanya (dalam Haviland, 1995; 332-334 dan Koentjaraningrat, 1996; 73).
Kebudayaan nasional adalah kebudayaan yang diakui sebagai identitas nasional. Definisi kebudayaan nasional menurut TAP MPR No.II tahun 1998, yakni :
Kebudayaan nasional yang berlandaskan Pancasila adalah perwujudan cipta, karya dan karsa bangsa Indonesia dan merupakan keseluruhan daya upaya manusia Indonesia untuk mengembangkan harkat dan martabat sebagai bangsa, serta diarahkan untuk memberi wawasan dan makna pada pembangunan nasional dalam segenap bidang kehidupan bangsa. Dengan demikian Pembangunan Nasional merupakan pembangunan yang berbudaya.
Kebudayaan Nasionaldalam pandangan Ki Hajar Dewantara adalah Puncak-puncak dari kebudayaan daerah. Kutipan pernyataan ini merujuk pada paham kesatuan makin dimatapkan, sehingga ketunggalikaan makin lebih dirasakan dari pada kebhinekaan. Wujudnya berupa negara kesatuan, ekonomi nasional, hukum nasional, serta bahasa nasional. Definisi yang diberikan oleh Koentjaraningrat dapat dilihat dari pernyataannya: Yang khas dan bermutu dari suku bangsa mana pun asalnya, asal bisa mengidentifikasikan diri dan menimbulkan rasa bangga, itulah kebudayaan nasional. Pernyataan ini merujuk pada puncak-puncak kebudayaan daerah dan kebudayaan suku bangsa yang bisa menimbulkan rasa bangga bagi orang Indonesia jika ditampilkan untuk mewakili identitas bersama.
Pernyataan yang tertera pada GBHN tersebut merupakan penjabaran dari UUD 1945 Pasal 32. Dewasa ini tokoh-tokoh kebudayaan Indonesia sedang mempersoalkan eksistensi kebudayaan daerah dan kebudayaan nasional terkait dihapuskannya tiga kalimat penjelas pada Pasal 32 dan munculnya ayat yang baru. Mereka mempersoalkan adanya kemungkinan perpecahan oleh kebudayaan daerah jika batasan mengenai kebudayaan nasional tidak dijelaskan secara gamblang.
Kebudayaan daerah diartikan sebagai kebudayaan yang khas yang terdapat pada wilayah tersebut. Kebudayaan daerah di Indonesia di Indonesia sangatlah beragam. Menurut Koentjaraningrat kebudayaan daerah sama dengan konsep suku bangsa. Suatu kebudayaan tidak terlepas dari pola kegiatan masyarakat. Keragaman budaya daerah bergantung pada faktor geografis. Semakin besar wilayahnya, maka makin komplek perbedaan kebudayaan satu dengan yang lain. Jika kita melihat dari ujung pulau Sumatera sampai ke pulau Irian tercatat sekitar 300 suku bangsa dengan bahasa, adat-istiadat, dan agama yang berbeda.
Konsep Suku Bangsa / Kebudayaan Daerah. Tiap kebudayaan yang hidup dalam suatu masyarakat yang dapat berwujud sebagai komunitas desa, sebagai kota, sebagai kelompok kekerabatan, atau kelompok adat yang lain, bisa menampilkan suatu corak khas yang terutama terlihat orang luar yang bukan warga masyarakat bersangkutan. Sebaliknya, terhadap kebudayaan tetangganya, ia dapat melihat corak khasnya, terutama unsur-unsur yang berbeda menyolok dengan kebudayaannya sendiri. Pola khas tersebut berupa wujud sistem sosial dan sistem kebendaan. Pola khas dari suatu kebudayaan bisa tampil karena kebudayaan itu menghasilkan suatu unsur yang kecil berupa berupa suatu unsur kebudayaan fisik dengan bentuk yang khusus yang tidak terdapat pada kebudayaan lain.
Menurut Koentharaningrat (1996; 80). Dalam menganalisa suatu kebudayaan, seorang ahli antropologi membagi seluruh kebudayaan yang sudah terintegrasi ke dalam unsur-unsur besar yang disebut unsur-unsur kebudayaan universal. Kluckhohn (dalam Koentharaningrat, 1996; 80-81), menemukan bahwa terdapat tujuh unsur kebudayaan yang dapat ditemukan pada semua bangsa di dunia yang disebut sebagai isi pokok dari setiap kebudayaan, yaitu :
1.    Bahasa
2.    Sistem organisasi
3.    Organisasi sosial
4.    Sistem peralatan hidup dan teknologi
5.    Sistemmata pencaharian hidup
6.    Sistem religi
7.    Kesenian


Referensi
http://rzaharani.blogspot.com/2012/03/kebudayaan-daerah-merupakan-sumber.html